Di Tengah Dampak Global, Stok Beras Nasional Dipastikan Aman
Di Tengah Dampak Global, Stok Beras Nasional Dipastikan Aman
Jakarta — Pemerintah memastikan stok beras nasional dalam kondisi aman di tengah ketidakpastian global dan potensi dampak perubahan iklim ekstrem. Cadangan beras pemerintah yang terus meningkat dinilai menjadi bantalan penting untuk menjaga stabilitas harga dan menjamin kebutuhan pangan masyarakat dalam jangka panjang.
Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, mengatakan daya tahan stok beras nasional saat ini menunjukkan sinyal positif dan kekuatan signifikan dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk potensi kekeringan. Berdasarkan perhitungan pemerintah, cadangan beras yang tersimpan diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan nasional hingga 15 bulan ke depan.
“Daya tahan stok beras nasional kita saat ini diproyeksikan mampu bertahan hingga 15 bulan ke depan,” tegas Amran.
Ia menambahkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil strategi akumulasi cadangan yang disertai dengan perencanaan produksi pangan yang tetap berjalan selama musim kemarau. Pemerintah juga telah mengantisipasi potensi gagal panen melalui berbagai langkah mitigasi.
“Pemerintah telah melakukan antisipasi matang terhadap potensi gagal panen akibat kekeringan yang mungkin timbul,” ujarnya.
Penguatan cadangan beras tersebut juga dikonfirmasi Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono. Ia menyebut stok cadangan beras pemerintah telah menembus 5 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kebijakan pemerintah dalam memperkuat produksi dan ketahanan pangan nasional.
Dalam keterangannya di Jakarta, Sudaryono menyampaikan bahwa per 23 April 2026, cadangan beras yang tersimpan di Perum Bulog mencapai 5.000.198 ton.
“Tertinggi sepanjang sejarah, tertinggi sepanjang Bulog ada dan tertinggi sepanjang Republik ini berdiri,” katanya.
Ia juga memastikan kualitas beras tetap terjaga. “Kita cek kualitasnya bagus, ada yang satu tahun, ada yang enam bulan, semua dalam keadaan baik, tidak ada kutunya. Saya sudah cek random semua, dan yang disegel juga saya minta dibuka,” tambahnya.
Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung turut mengapresiasi lonjakan stok beras nasional yang mendekati 5 juta ton. Ia menilai kebijakan pangan pemerintah berada pada jalur yang tepat dalam memperkuat ketahanan sekaligus kedaulatan pangan. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan keberhasilan kolektif, terutama kerja keras petani di daerah.
“Ini harus dibaca sebagai keberhasilan kolektif, terutama kerja keras petani di daerah. Ini adalah fondasi penting menuju swasembada pangan yang berkelanjutan,” ujar Tamsil. Ia juga menilai terobosan pemerintah dalam penyediaan pupuk bersubsidi, perbaikan distribusi, serta rehabilitasi jaringan irigasi turut mendorong peningkatan produksi nasional.
Dengan cadangan yang kuat dan produksi yang terus meningkat, pemerintah optimistis stabilitas pasokan beras dapat terjaga. Langkah ini sekaligus menjadi sinyal positif bahwa kebijakan penguatan sektor pertanian mulai memberikan hasil nyata dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah dinamika global.
