PSN di Papua Serap 15 Ribu Tenaga Kerja untuk Redam Potensi PHK, OAP Jadi Prioritas

PSN di Papua Serap 15 Ribu Tenaga Kerja untuk Redam Potensi PHK, OAP Jadi Prioritas

MERAUKE – Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tengah dikembangkan di berbagai wilayah Papua diproyeksikan menjadi salah satu penggerak utama penciptaan lapangan kerja sekaligus instrumen untuk meredam potensi pemutusan hubungan kerja (PHK). Kehadiran proyek-proyek strategis tersebut tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi Orang Asli Papua (OAP) untuk terlibat langsung dalam pembangunan.

 

Salah satu proyek yang menunjukkan potensi besar dalam penyerapan tenaga kerja berada di Papua Selatan. Pemerintah daerah memperkirakan proyek tersebut mampu menyerap hingga 15.000 tenaga kerja pada puncak operasional yang ditargetkan berlangsung pada 2029. Angka tersebut dinilai dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan sektor ketenagakerjaan di Tanah Papua.

 

Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengungkapkan bahwa perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam PSN saat ini telah merekrut sekitar 3.500 tenaga kerja untuk mendukung berbagai tahapan pembangunan yang sedang berjalan.

 

“Saat ini perusahaan yang terlibat dalam proyek tersebut telah merekrut sekitar 3.500 tenaga kerja untuk mendukung berbagai tahapan pembangunan yang sedang berlangsung,” ujar Apolo Safanpo.

 

Jumlah tenaga kerja yang terserap diperkirakan akan terus meningkat seiring perkembangan proyek menuju fase produksi pada 2027. Kebutuhan tenaga kerja yang semakin besar diharapkan dapat menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekaligus memperkuat daya tahan pasar kerja di Papua.

 

Di tengah berbagai tantangan ketenagakerjaan yang masih dihadapi sejumlah daerah, perluasan kesempatan kerja melalui PSN dinilai menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Proyek tersebut tidak hanya menghadirkan investasi, tetapi juga menciptakan ruang bagi tenaga kerja lokal untuk memperoleh penghasilan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

 

Pemerintah daerah juga terus mendorong agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat setempat. Karena itu, koordinasi dengan perusahaan dan pelaksana proyek terus diperkuat agar OAP memperoleh prioritas dalam proses rekrutmen tenaga kerja.

 

Selain membuka peluang kerja, pemerintah daerah menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berbagai program pendidikan, pelatihan keterampilan, dan vokasi terus dikembangkan agar tenaga kerja lokal memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

 

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan OAP tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam aktivitas ekonomi yang tumbuh seiring perkembangan PSN.

 

“Kami juga terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, dan program vokasi agar tenaga kerja asli Papua memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri,” tambah Apolo Safanpo.

 

Dengan proyeksi penyerapan hingga 15.000 tenaga kerja dan kebijakan yang memprioritaskan OAP, PSN di Papua diharapkan mampu menjadi penyangga ketenagakerjaan yang efektif, memperluas kesempatan kerja, serta membantu meredam potensi PHK melalui pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.