BUMN Makin Kokoh, Ekonomi Nasional Kian Tangguh 

BUMN Makin Kokoh, Ekonomi Nasional Kian Tangguh

Oleh: Dimas Adityo

Ketidakpastian ekonomi global masih menjadi tantangan bagi banyak negara. Gejolak geopolitik, fluktuasi nilai tukar, hingga perubahan kebijakan suku bunga dunia menuntut setiap negara memiliki fondasi ekonomi yang tangguh. Dalam konteks Indonesia, badan usaha milik negara (BUMN) kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu pilar utama dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Karena itu, langkah pemerintah melalui Badan Pengelola (BP) BUMN dan Danantara Indonesia yang terus mendorong transformasi BUMN menjadi sangat strategis. Arah kebijakan tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan keuntungan perusahaan, tetapi juga memperkuat fundamental bisnis agar BUMN semakin sehat, kompetitif, dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan nasional.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang kuat hanya dapat diwujudkan apabila didukung fundamental perusahaan yang kokoh. Menurutnya, bank-bank BUMN memiliki posisi strategis sebagai penjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus motor pembiayaan sektor produktif. Oleh sebab itu, penguatan permodalan, likuiditas, kualitas aset, serta tata kelola menjadi prioritas agar perbankan nasional mampu menjawab tantangan ekonomi yang terus berubah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pandangan tersebut memiliki dasar yang kuat. Perbankan yang sehat akan memiliki ruang lebih besar untuk menyalurkan kredit kepada dunia usaha, industri, maupun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Pembiayaan yang terus mengalir menjadi faktor penting dalam menjaga aktivitas ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing nasional.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komitmen tersebut tercermin melalui evaluasi dan penguatan strategi korporasi yang dilakukan BP BUMN bersama Danantara terhadap sejumlah bank BUMN, termasuk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Pembahasan difokuskan pada peningkatan kapasitas bisnis, perluasan pembiayaan sektor produktif, serta penguatan sinergi dalam ekosistem BUMN. Langkah ini menunjukkan bahwa transformasi tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi diarahkan untuk menciptakan perusahaan negara yang semakin efisien, adaptif, dan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Strategi tersebut sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan BUMN sebagai instrumen pembangunan nasional. Pemerintah memandang perusahaan negara tidak hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai motor investasi, pencipta lapangan kerja, dan pendukung berbagai program prioritas nasional. Dengan demikian, penguatan BUMN menjadi bagian penting dari upaya membangun ekonomi yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Optimisme terhadap arah kebijakan tersebut juga mendapat dukungan dari kalangan akademisi. Praktisi komunikasi dan manajemen Dr. M. Fariza Y. Irawady menilai kepemimpinan Presiden Prabowo menghadirkan arah pembangunan yang jelas, sementara Danantara mampu menerjemahkan visi tersebut melalui pengelolaan investasi yang profesional dan berorientasi pada hasil. Menurutnya, sinergi antara kepemimpinan yang kuat dan tata kelola investasi yang baik menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan ekonomi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pandangan tersebut diperkuat oleh capaian sejumlah BUMN sepanjang April 2025 hingga April 2026. Beberapa perusahaan pelat merah mencatatkan pertumbuhan laba yang signifikan, seperti PT Adhi Karya, PT Pupuk Indonesia, PT Pelindo, Pertamina, dan InJourney. Kinerja positif tersebut dinilai menunjukkan bahwa pembenahan tata kelola serta penguatan strategi bisnis mulai memberikan hasil yang nyata.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Meski demikian, keberhasilan transformasi BUMN tidak semata diukur dari besarnya laba yang diperoleh. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana keuntungan tersebut kembali kepada masyarakat melalui pembiayaan berbagai program strategis pemerintah. Ketika perusahaan negara semakin sehat, kemampuan investasi nasional meningkat sehingga ruang untuk membangun infrastruktur, memperkuat ketahanan pangan dan energi, memperluas akses pembiayaan usaha, hingga mendukung program-program sosial pemerintah menjadi semakin besar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Fariza juga berpandangan bahwa keberhasilan sebuah institusi sangat ditentukan oleh kepuasan publik terhadap manfaat yang dihasilkan. Berdasarkan kajian akademiknya, citra institusi dibentuk oleh kinerja nyata, komunikasi publik yang efektif, serta kepuasan masyarakat sebagai penerima manfaat. Semakin besar manfaat yang dirasakan masyarakat, semakin kuat pula kepercayaan publik terhadap institusi tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ke depan, tantangan global diperkirakan masih akan berlangsung. Oleh karena itu, Indonesia membutuhkan BUMN yang tidak hanya besar secara aset, tetapi juga sehat secara fundamental, profesional dalam tata kelola, serta adaptif menghadapi perubahan. Transformasi yang dijalankan BP BUMN dan Danantara menjadi langkah penting untuk memastikan perusahaan negara tetap mampu bersaing sekaligus menjadi penyangga stabilitas ekonomi nasional.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pembangunan ekonomi tidak hanya bergantung pada tingginya angka pertumbuhan, tetapi juga pada kekuatan institusi yang menopangnya. BUMN yang semakin sehat akan memperluas investasi, meningkatkan pembiayaan sektor produktif, menjaga stabilitas sistem keuangan, serta mempercepat pelaksanaan berbagai program pembangunan. Jika transformasi ini terus berjalan secara konsisten, BUMN akan semakin kokoh sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi Indonesia dan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan visi Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaya saing.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Di sisi lain, penguatan BUMN juga memiliki efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian nasional. Sinergi yang dibangun melalui Danantara juga membuka peluang kolaborasi antarsektor sehingga efisiensi dan produktivitas BUMN dapat terus meningkat. Dengan demikian, transformasi BUMN bukan sekadar agenda reformasi korporasi, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah untuk membangun fondasi ekonomi yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

*) Analis Ekonomi dan Kebijakan Publik