Dua Tahun Prabowo-Gibran, APBN Topang Pendidikan, Kesehatan, dan Produktivitas
Jakarta – Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi instrumen penting pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam memperkuat pembangunan manusia dan mendorong produktivitas ekonomi selama dua tahun terakhir.
Dukungan anggaran mencakup pendidikan, kesehatan, pemenuhan gizi, hingga pengembangan sektor produktif yang berpotensi menciptakan lapangan kerja.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, APBN tidak hanya berfungsi menjaga stabilitas ekonomi dan fiskal, tetapi juga memastikan belanja negara memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pemerintah mengarahkan anggaran untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas akses layanan dasar, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Kita tidak hanya berbicara mengenai angka dalam APBN, tetapi bagaimana setiap rupiah yang dibelanjakan negara dapat memperkuat kualitas manusia, meningkatkan produktivitas, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi,” ujar Suahasil.
Di bidang pendidikan pemerintah telah menjalankan program Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda, merevitalisasi sekolah dan madrasah, serta mendorong digitalisasi pembelajaran. Sementara di sektor kesehatan, pemerintah mendukung renovasi 10.000 puskesmas serta pembangunan dan pemenuhan fasilitas rumah sakit umum daerah.
Selain memperkuat layanan dasar, pemerintah mendorong sektor olahraga sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, pengembangan industri olahraga dapat membuka lapangan kerja, menarik investasi, serta menggerakkan pariwisata dan industri kreatif.
“Peluang pertumbuhan ekonomi baru dapat didorong melalui penyelenggaraan event olahraga, konser musik, hingga industri kreatif yang mampu menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, dan meningkatkan perputaran ekonomi nasional,” kata Teddy.
Peluang tersebut diperkuat melalui Indonesia Sports Summit 2026 yang menghadirkan Sports Industry Job Fair & Career Hub di Jakarta beberapa waktu lalu.
Sementara itu di sisi pembinaan prestasi, Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menekankan pentingnya persiapan atlet secara berkelanjutan. Pembinaan jangka panjang membutuhkan dukungan pelatih, tenaga medis, sport science, fasilitas, kompetisi, dan sponsor.
“Persiapan atlet tidak dapat dilakukan secara instan dan membutuhkan perencanaan tahunan,” ujar Erick.
Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran menunjukkan komitmen dalam mengoptimalkan APBN untuk memperkuat pendidikan, meningkatkan layanan kesehatan, serta mendorong produktivitas industri olahraga nasional. Langkah positif ini patut diapresiasi dan terus didukung agar manfaat pembangunan semakin dirasakan masyarakat, sekaligus membuka peluang ekonomi dan lapangan kerja yang lebih luas. (*)
