Pengamat Ekonomi: Stabilitas Makro Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga di Tengah Turbulensi Global
Di tengah turbulensi global, stabilitas Makro Ekonomi Indonesia tetap terjaga, capaian ini lebih tinggi dibanding dengan pertumbuhan ekonomi negara-negara dan negara tetangga ASEAN.
Hal ini disampaikan oleh Pengamat Ekonomi GREAT Institute Prof. Perdana Wahyu Santosa saat menjadi narasumber dalam sebuah dialog yang diselenggarakan oleh salah satu stasiun televisi swasta nasional pada Rabu 21/10/2026).
Prof. Perdana Wahyu Santosa mengatakan Indonesia memiliki stabilitas Makro ekonomi yang sangat baik, di kuartal III mencapai 5,29 persen, pertumbuhan ini lebih tinggi dibanding negara maju dan ASEAN.
“dari sisi perekonomian, stabilitas makro kita luar biasa. Pertumbuhan ekonomi hingga kuartal III mencapai 5,29 persen, dan itu merupakan capaian yang sangat tinggi sekalipun dibandingkan dengan negara maju ataupun negara-negara ASEAN” katanya.
Lebih lanjut Prof. Perdana menyampaikan inflasi di angka 3,85 persen merupakan tingkat inflasi yang sangat terjaga. Sekalipun ada imported inflation akibat gangguan logistik global, kondisi perekonomian kita dari sisi inflasi dan pertumbuhan PDB masih cukup baik sekali.
Otoritas moneter dan pemerintah masih mampu menjaga inflasi kita pada jalur yang cukup terkendali. “Daya beli masyarakat untuk konsumsi berada di atas 5,8 persen. Hal ini tentu akan menjaga optimisme dan kestabilan masyarakat,” ujarnya.
Sementara Investasi kita mencapai Rp1.575 triliun, atau sekitar 75 persen dari target tahun 2026. Capaian itu juga sekitar 7 persen di atas tahun lalu, sehingga memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional.
“Ketika investor asing masuk dan melakukan industrialisasi serta hilirisasi, tentu itu akan berdampak positif kepada perekonomian kita” katanya.
Kedepan yang paling penting adalah menjaga stabilitas politik, kepastian hukum, dan optimisme ekonomi.
