Indonesia Kompak Hadapi Tarif Trump, Presiden Prabowo Siapkan Jurus Jitu

Indonesia Kompak Hadapi Tarif Trump, Presiden Prabowo Siapkan Jurus Jitu

 

JAKARTA — Pemerintah dan rakyat Indonesia menunjukkan kekompakan dalam menghadapi tantangan global, termasuk kebijakan kenaikan tarif impor yang diberlakukan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

 

 

 

 

 

 

 

“Dalam menghadapi tantangan global, termasuk kebijakan tarif baru Amerika Serikat, Presiden Prabowo menunjukkan ketajaman melihat dinamika geopolitik. Pemahaman mendalam tentang hubungan internasional dan perdagangan global menjadi kekuatan utama dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia,” ujar Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Noudhy Valdryno.

 

 

 

 

 

 

 

Strategi pertama adalah memperluas mitra dagang Indonesia. Presiden Prabowo langsung mengajukan keanggotaan Indonesia dalam BRICS pada minggu pertama setelah dilantik.

 

 

 

 

 

 

 

“Langkah ini memperluas jejaring ekonomi Indonesia, melengkapi kerja sama multilateral seperti RCEP dan negosiasi keanggotaan di OECD,” jelas Noudhy.

 

 

 

 

 

 

 

Gebrakan kedua adalah percepatan hilirisasi sumber daya alam (SDA). Noudhy mencontohkan lonjakan nilai ekspor nikel dan turunannya dari hanya 3,7 miliar dolar AS pada 2014 menjadi 34,3 miliar dolar AS pada 2022. Presiden Prabowo juga meluncurkan BPI Danantara untuk mendanai dan mengelola proyek hilirisasi di sektor-sektor strategis.

 

 

 

 

 

 

 

Strategi ketiga adalah memperkuat konsumsi domestik.

 

 

 

 

 

 

 

“Presiden Prabowo juga akan mendirikan 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang bertujuan untuk memperkuat ekonomi desa, membuka jutaan lapangan pekerjaan baru, dan mendorong perputaran uang di daerah,” tutur Noudhy.

 

 

 

 

 

 

 

Senada, Kepala Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menegaskan bahwa pemerintah sedang menghitung secara cermat dampak tarif resiprokal AS dan mengirimkan tim lobi tingkat tinggi ke Washington.

 

 

 

 

 

 

 

“Paralel dengan itu, pemerintah juga mengirimkan tim lobi tingkat tinggi untuk bernegosiasi dengan pemerintah US,” ucapnya.

 

 

 

 

 

 

 

Pemerintah juga tengah menyederhanakan regulasi untuk meningkatkan daya saing produk lokal.

 

 

 

 

 

 

 

“Agar produk-produk Indonesia bisa lebih kompetitif,” imbuh Hasan.

 

 

 

 

 

 

 

Soliditas antara pemerintah dan rakyat menjadi kunci kekuatan Indonesia dalam menghadapi tekanan global.

Post Comment