Pemerintah Petakan Kebutuhan Guru Sekolah Rakyat di Sejumlah Daerah

Pemerintah Petakan Kebutuhan Guru Sekolah Rakyat di Sejumlah Daerah

Jakarta – Pemerintah memetakan kebutuhan tenaga pendidik Sekolah Rakyat karena distribusi guru belum merata di berbagai daerah. Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan penambahan fasilitas dan pengajar terus dilakukan guna mendukung kegiatan belajar siswa dari keluarga prasejahtera.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ketersediaan guru merupakan hasil pemetaan bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yang terdiri atas ASN dan lulusan PPG, sebagaimana dijelaskan Dirjen Kemensos Agus Zainal Arifin.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Hasil pemetaan Dikdasmen (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah) terkait kebutuhan guru yaitu ketersediaan ASN dan ketersediaan lulusan PPG saat ini mencapai 10.235. Karena itu, dari jumlah yang 89 ASN ini, jumlah PPG 10.146, ini total jumlahnya 10.235,” ujar Agus

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Meski jumlahnya dinilai mencukupi secara nasional, tantangan utama terletak pada distribusi. Agus mengakui, beberapa daerah mengalami kelebihan guru, sementara daerah lain justru kekurangan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Meskipun jumlahnya sangat banyak, di beberapa daerah kayaknya kesulitan karena ini memang tidak merata distribusinya. Di daerah tertentu berlimpah, di daerah lain kekurangan. Ini sedang dilakukan strategi-strategi berikutnya sebagaimana disampaikan tadi,” kata Agus.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sejalan dengan itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan pemerintah masih mengidentifikasi kebutuhan tambahan guru di sejumlah titik. Koordinasi dilakukan bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan kementerian terkait.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Kita masih bahas kebutuhannya bersama teman-teman BKN. Karena memang di beberapa titik masih ada kekurangan guru,” ujar Saifullah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Saifullah menambahkan, guru yang direkrut telah melalui proses seleksi ketat oleh Kemendikdasmen bersama BKN dan didampingi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Para tenaga pendidik tersebut merupakan guru bersertifikat yang telah mengikuti PPG dan mayoritas berusia di bawah 30 tahun.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Rata-rata guru masih muda dan sudah beradaptasi selama enam bulan terakhir,” katanya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dalam pemetaan kebutuhan, Kemendikdasmen mencatat kebutuhan 63 kepala sekolah, dengan 159 calon kepala sekolah saat ini tengah diseleksi. Sementara itu, kebutuhan guru pengajar mencapai 941 orang. Agus menyebut, meskipun dalam data awal tercatat ketersediaan masih nol untuk formasi tersebut, ribuan guru sebenarnya telah disiapkan untuk penugasan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Kemudian guru kebutuhannya 941 orang, ketersediaannya tertulis masih 0. Namun demikian, rapat hari Kamis kemarin Bu Dirjen sudah menyampaikan ada sekian ribu yang sudah siap,” ujar Agus.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pemerintah optimistis, dengan pemetaan kebutuhan guru yang lebih presisi dan strategi distribusi yang tepat, pelaksanaan Sekolah Rakyat akan semakin merata dan efektif dalam menjangkau anak-anak yang membutuhkan