Atasi Karhutla, Pemerintah Perkuat Sekat Kanal dan Pendinginan Lahan
Atasi Karhutla, Pemerintah Perkuat Sekat Kanal dan Pendinginan Lahan
Jakarta – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat melalui pembangunan sekat kanal (canal blocking) di kawasan gambut serta pendinginan lahan di wilayah non-gambut. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi mitigasi menghadapi musim kemarau dan potensi penguatan fenomena El Nino, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan daerah dalam mencegah munculnya titik api di berbagai wilayah rawan.
Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, mengatakan perlindungan kawasan gambut menjadi prioritas karena memiliki tingkat kerawanan tinggi saat musim kemarau. Untuk itu, Kementerian Lingkungan Hidup telah menginstruksikan pemerintah daerah di wilayah gambut, terutama di Riau, Kalimantan, dan Sumatra, agar memperkuat pembangunan sekat kanal guna menjaga kelembapan lahan.
“Kami telah meminta daerah-daerah yang memiliki lahan gambut untuk memperkuat pembangunan canal blocking agar gambut tetap basah sehingga potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini,” ujarnya.
Selain pembangunan sekat kanal, Kementerian Lingkungan Hidup juga mendorong langkah pendinginan lahan pada kawasan non-gambut, termasuk di Pulau Jawa. Upaya tersebut dilakukan melalui penyemprotan air secara berkala serta penyiagaan armada pemadam kebakaran selama dua hingga tiga bulan ke depan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi lahan yang semakin kering.
“Kami mengimbau pemerintah daerah melakukan pendinginan lahan secara rutin dan menyiagakan mobil pemadam agar potensi munculnya titik api dapat dikendalikan lebih cepat,” kata Jumhur.
Menurutnya, seluruh pemerintah daerah juga telah diminta menyusun kebijakan mitigasi yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah masing-masing. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai menjadi kunci agar langkah pencegahan karhutla dapat berjalan optimal.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, mengatakan pemerintah memperkuat penanganan karhutla melalui pembentukan Satgas Darat, Satgas Udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Seluruh unsur tersebut disiapkan untuk merespons titik panas secara cepat sehingga penyebaran api dapat dicegah.
“Satgas dan Operasi Modifikasi Cuaca disiapkan agar titik-titik api dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” katanya.
Menurut Agus, penanganan karhutla difokuskan pada daerah-daerah rawan, terutama yang memiliki lahan gambut dan non-gambut. Selain mempercepat penanganan titik panas melalui Satgas dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), upaya tersebut juga mendukung ketersediaan air selama musim kemarau.
“Dengan sinergi berbagai langkah tersebut, penanganan karhutla diharapkan semakin efektif sekaligus menjaga ketersediaan sumber daya air bagi masyarakat,” pungkasnya.
