Demonstrasi Tetap Dihormati, Tokoh Papua Barat Imbau Masyarakat Jaga Stabilitas

Demonstrasi Tetap Dihormati, Tokoh Papua Barat Imbau Masyarakat Jaga Stabilitas

Manokwari – Hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat dan berdemonstrasi tetap dijamin oleh undang-undang. Namun, seluruh elemen masyarakat di Papua diimbau untuk tetap menjaga ketertiban umum serta stabilitas keamanan dalam setiap penyampaian aspirasi. Terlebih lagi, saat ini berlangsung Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ketua DPR Papua Barat Orgenes Wonggor mengimbau masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan di daerah. Menurutnya, situasi yang kondusif menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ia menekankan bahwa penyampaian aspirasi tetap dijamin oleh undang-undang, namun pelaksanaannya diharapkan dilakukan dengan memperhatikan kepentingan umum dan ketertiban sosial.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Jangan sampai ada yang melakukan aksi demo selama agenda ini berlangsung. Semua sudah selesai dulu, baru melakukan aksi demo silakan. Itu dijamin oleh undang-undang, tetapi untuk beberapa hari ke depan mari kita fokus menyukseskan Pesparawi,” tegasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Orgenes juga mengajak tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama untuk turut menjaga suasana tetap aman dan damai di Papua Barat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Semua yang datang ke sini harus datang dengan senyum dan pulang dengan senyum. Mari kita buktikan bahwa Manokwari sebagai pusat Kota Injil dapat kita gambarkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap yang ramah, aman, dan damai,” ujarnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sementara itu, Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare menegaskan bahwa kepolisian tidak melarang aksi penyampaian pendapat di muka umum. Namun, ia berharap seluruh pihak dapat mengedepankan cara-cara yang tertib dan tidak mengganggu keamanan serta aktivitas masyarakat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Menurutnya, terdapat sejumlah isu yang berkembang di Papua yang berpotensi menjadi tema aksi sejumlah kelompok. Karena itu, pendekatan persuasif dan dialog terus dilakukan untuk memastikan situasi tetap kondusif.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Memang ada rencana aksi demo yang akan dilaksanakan, tetapi kita berupaya melakukan pendekatan supaya aksi-aksi ini dikemas dengan baik dan tidak mengganggu ketertiban umum,” kata Alfred.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ia menegaskan bahwa kepolisian tetap menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat. Namun, ia mengajak semua pihak untuk tetap menghormati kondisi daerah dan menjaga stabilitas keamanan bersama.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Dalam rangka ini, kita berharap aksi-aksi turun ke jalan tidak ada. Kita tidak melarang, tetapi kita berharap mereka menghormati event nasional yang saat ini kita selenggarakan sebagai tuan rumah,” pungkasnya.