Pemerintah Evaluasi Pelatihan Kopdes, Materi Manajerial Jadi Prioritas Utama
Pemerintah Evaluasi Pelatihan Kopdes, Materi Manajerial Jadi Prioritas Utama
Jakarta – Ketua DPR, Puan Maharani meminta agar evaluasi terhadap pelatihan calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) maupun Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) difokuskan pada penguatan kemampuan manajerial.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar tujuan pembentukan koperasi dapat berjalan efektif sekaligus mencegah terulangnya insiden yang menimbulkan korban jiwa dalam pelaksanaan pelatihan sebelumnya.
“Rangkaian hal yang dilakukan itu sebaiknya memang lebih fokus pada manajerial saja untuk bisa nanti melakukan pelaksanaan ya yang sesuai diharapkan,” kata Puan dalam keterangannya.
Puan menegaskan bahwa evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh agar seluruh tahapan pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta yang mayoritas berasal dari kalangan sipil dan akan bertugas mengelola koperasi.
“Jadi evaluasinya menyeluruh dan kita lihat evaluasi-evaluasi apa saja yang sudah akan dilakukan. Nanti akan kami tindaklanjuti. Kita lihat dulu,” katanya.
Selain meminta evaluasi, Puan juga mendukung langkah pemerintah yang memutuskan mengganti konsep pelatihan dari latihan dasar militer menjadi pelatihan yang lebih menitikberatkan pada pembekalan bela negara dan kemampuan manajerial.
Menurutnya, orientasi pelatihan yang mengedepankan tata kelola organisasi, kepemimpinan, serta kemampuan mengelola koperasi akan lebih relevan dengan tugas para calon manajer Koperasi Desa Merah Putih maupun Koperasi Nelayan Merah Putih.
Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Pertahanan juga telah melakukan penyesuaian terhadap materi pelatihan. Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari evaluasi setelah adanya insiden meninggalnya lima peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan bahwa pemerintah telah menghentikan pelaksanaan latihan dasar kemiliteran bagi peserta SPPI yang dipersiapkan menjadi calon pengelola koperasi.
Sebagai penggantinya, pemerintah kini menerapkan konsep Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan para peserta.
“Dengan penyesuaian tersebut, kegiatan yang bersifat taktis dan teknis militer dikurangi, termasuk kegiatan menembak tidak lagi menjadi bagian dari pelaksanaan latihan saat ini,” kata Rico saat dikonfirmasi di Jakarta.
Melalui perubahan tersebut, fokus pelatihan diarahkan pada pembentukan disiplin, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, serta kesiapan manajerial sebagai bekal dalam mengelola Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih.
[w.R]

