Presiden Prabowo Perkuat Kemitraan RI-Rusia, Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci di Asia Pasifik

Oleh: Dimas Arya Nugraha

Presiden Prabowo Subianto memperkuat kemitraan Indonesia dan Rusia melalui pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela agenda Eastern Economic Forum 2026 di Vladivostok, Rusia.

Pertemuan Prabowo dan Putin menjadi momentum untuk membahas perkembangan hubungan bilateral, khususnya kerja sama ekonomi, perdagangan, teknologi, energi, hingga pertahanan.

Presiden Vladimir Putin menyambut hangat kedatangan Prabowo di Vladivostok. Putin menilai hubungan Indonesia dan Rusia telah memiliki kedekatan yang kuat karena dibangun melalui persahabatan selama bertahun-tahun.

Hubungan persahabatan Indonesia dan Rusia juga tercermin dari perkembangan perdagangan bilateral. Putin menyampaikan bahwa volume perdagangan kedua negara mengalami pertumbuhan sebesar 12 persen pada 2025.

Putin menilai peningkatan perdagangan menunjukkan hubungan ekonomi Indonesia dan Rusia terus berkembang. Pertumbuhan itu menjadi salah satu indikator semakin eratnya hubungan kedua negara dalam bidang ekonomi.

Kementerian Perdagangan mencatat nilai perdagangan Indonesia dan Rusia pada 2025 mencapai US$4,8 miliar. Rusia juga menjadi mitra utama Indonesia di kawasan Eurasian Economic Union atau EAEU dengan kontribusi 90,6 persen terhadap total perdagangan Indonesia dengan kawasan tersebut.

Pemerintah Rusia dan Indonesia terus menjalankan kerja sama pada tingkat teknis melalui Komisi Bersama Rusia-Indonesia di bidang ekonomi, perdagangan, dan kerja sama teknis. Putin menyampaikan bahwa mekanisme bilateral itu menjadi bagian dari upaya kedua negara mengembangkan berbagai sektor kerja sama.

Sektor pertanian menjadi salah satu bidang yang masuk dalam agenda pengembangan kerja sama Indonesia-Rusia. Industri, pembangunan kapal, teknologi digital, dan energi juga menjadi bidang yang mendapat perhatian dalam hubungan bilateral kedua negara.

Energi nuklir menjadi salah satu sektor strategis yang disoroti Putin dalam pembahasan bersama Prabowo. Rusia melihat bidang energi, khususnya energi nuklir, sebagai salah satu ruang yang dapat dikembangkan dalam kerja sama jangka panjang dengan Indonesia.

Posisi Indonesia di kawasan Asia Pasifik turut menjadi alasan Rusia memandang Jakarta sebagai mitra penting. Putin menyebut Indonesia sebagai mitra kunci Rusia di kawasan Asia Pasifik, sekaligus negara yang memiliki peran strategis dalam hubungan regional.

Peran Indonesia dalam ASEAN juga menjadi perhatian Rusia. Putin menilai Indonesia sebagai salah satu sahabat Rusia yang tepercaya dalam kerangka ASEAN, sehingga hubungan bilateral dengan Jakarta memiliki arti penting bagi Rusia dalam memperkuat hubungan di kawasan Asia Tenggara.

Presiden Prabowo menyambut baik pandangan Putin mengenai perkembangan hubungan kedua negara. Prabowo mengakui kerja sama Indonesia dan Rusia memang terus mengalami peningkatan, baik dalam pembangunan ekonomi maupun perdagangan.

Prabowo menilai perkembangan hubungan ekonomi dan perdagangan menjadi bukti bahwa kemitraan Indonesia-Rusia memiliki prospek untuk terus diperluas. Pemerintah Indonesia juga melihat kemajuan kerja sama di berbagai bidang sebagai dasar untuk meningkatkan kolaborasi kedua negara.

Prabowo menyatakan Indonesia siap meningkatkan kerja sama dengan Rusia di berbagai sektor. Komitmen itu diarahkan untuk memperkuat hubungan bilateral sekaligus menciptakan manfaat bagi kedua negara.

Indonesia juga melihat posisi kedua negara sebagai negara yang memiliki keterkaitan dengan kawasan Pasifik. Prabowo menilai kondisi geografis itu membuat konektivitas dan kerja sama maritim menjadi aspek penting dalam pengembangan hubungan Indonesia-Rusia.

Sementara itu, kerja sama pertahanan menjadi bagian lain dari upaya memperkuat hubungan Indonesia dan Rusia. Kedua negara berencana menggelar latihan militer bersama antarmatra serta mengembangkan kerja sama pasukan khusus.

Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, membahas rencana kerja sama pertahanan tersebut saat menerima kunjungan Duta Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov, di Kementerian Pertahanan RI, Jakarta Pusat.

Pertemuan Sjafrie dan Tolchenov membahas perkembangan hubungan bilateral sekaligus langkah konkret untuk memperkuat kerja sama pertahanan Indonesia-Rusia. Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI menyampaikan bahwa agenda kerja sama mencakup sejumlah bidang.

Rencana kunjungan kerja ke Rusia menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan pertahanan kedua negara. Dialog dan latihan bersama antarmatra, kerja sama pasukan khusus, pendidikan dan pelatihan personel, serta pengembangan kapasitas di bidang kedokteran militer juga masuk dalam agenda.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menilai Rusia merupakan salah satu mitra penting Indonesia dalam membangun kerja sama pertahanan. Sjafrie menekankan bahwa kemitraan pertahanan kedua negara perlu dibangun berdasarkan prinsip saling menghormati, saling percaya, kepentingan bersama, serta penghormatan terhadap kedaulatan masing-masing negara.

Kemitraan Indonesia-Rusia memiliki dimensi strategis karena posisi Indonesia di Asia Pasifik dan ASEAN. Pengakuan Putin terhadap peran Indonesia menunjukkan bahwa hubungan Jakarta-Moskow tidak hanya memiliki kepentingan ekonomi, tetapi juga nilai strategis dalam konteks kawasan.

Presiden Prabowo dan Presiden Putin memiliki peluang untuk mendorong hubungan kedua negara menuju kemitraan yang semakin kuat. Perkembangan perdagangan, perluasan kerja sama sektoral, dan penguatan hubungan pertahanan menjadi fondasi bagi agenda bilateral berikutnya.

Kemitraan RI-Rusia pada akhirnya tidak hanya bertumpu pada hubungan persahabatan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Penguatan kerja sama ekonomi, energi, teknologi, maritim, dan pertahanan menunjukkan upaya kedua negara membangun hubungan yang lebih luas dan berorientasi pada kepentingan bersama.

*) Pengamat Hubungan Internasional dan Geopolitik